Masyarakat Bima Jakarta Siap Coblos Paslon Pilgub No 3

Dukungan terus mengalir ke pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Anies Rasyid Baswedan bersama Sandiaga Uno. Kali ini Masyarakat Bima Jakarta melakukan deklarasi untuk mendukung pasangan calon nomor 3.

Alasan masyarakat Bima mendukung Anies-Sandi karena program yang diusung pasangan tersebut sangat bagus untuk kemajuan Jakarta.

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Badan Musyawarah Masyarakat Bima (BMMB), Firdau Djuwaid memaparkan alasan ini seperti berikut:

“Kami mendukungnya (Anies-Sandi) karena perogram-programnya yang sangat toleransi bagi masyarakat Jakarta,” tegasnya.

Menurut Firdaus watak dan garis keturunan antara paslon nomor urut tiga ini sangat cocok apabila bekerja sama dalam membangun kota Jakarta untuk lebih baik kedepannya.

Advertisements

Ternyata Banyak Investor Tertarik Konsep Rumah Murah Anies-Sandi

Program DP Rumah Nol Persen dari Anies-Sandi menarik banyak tanggapan dari berbagai kalangan salah satunya adalah para investor.

Hal ini disampaikan oleh Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta mengatakan bahwa banyak para investor yang membicarakan inovasi dalam berinvestasi untuk proyek DP 0% tersebut.

Sebagai orang yang berpengalaman dalam membuat proyek yang sulit dalam pembiayaan, Sandi percaya bahwa inovasi, kesabaran dan ketekunan dapat membuat akhir proyek bisa terwujud.

visi_misi_anies_sandiaga

Apabila program rumah dp 0% bisa terwujud dapat menjadi salah satu prestasi dalam pembiayaan infrastruktur jangka panjang di Jakarta. Proyek ini menghadirkan investasi yang down payment (DP) diturunkan dari 30% ke 15%. Ini membuktikan adanya inovasi, namun tantangan lainnya adalah persoalan lahan dan regulasi yang sering berubah-ubah.

Warga Ingin Anies-Sandi Pimpin Jakarta Tingkatkan Program KJP & KJS

Janji Calon Pasangan Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan dan Sandiaga Uno untuk tidak menghapuskan KJP dan KJS tapi malah meningkatkan program itu menjadi KJP dan KJS plus mendapat sambutan baik dari masyarakat.

Hal ini menegaskan kabar sebelumnya, yang santer menilai Anies-Sandi akan menghapuskan KJP dan KJS, bagi warga Jakarta. Kedua Cagub dan Cawagub DKI Jakarta ini juga mengklarifikasi bahwa program tersebut tidak dihapuskan melainkan di tingkatkan.

sandi

Kabar ini pun sempat membuat salah satu warga yang khawatir KJP dan KJS dihapuskan. Namun ketika mendengar kabar akan ditingkat warga ini justru sangat mendukung kedua paslon nomor urut 3 ini.

“Karena saya masih punya 3 anak yang bersekolah maka saya sangat mendukung KJP Plus dari Anis Sandi” ungkap Romlah (39) warga RT 04 RW 10, Jalan Warakas V, Jakarta Pusat

Program KJS Plus juga turut diminati bahkan warga siap memenangkan Anis-Sandi supaya program yang mereka paparkan bisa terlaksana

“Program KJS Plus harus dilaksanakan itu kalo mereka terpilih karena itu janji mereka makanya kami warga sini dukung terus” ujar Robinah salah satu warga Jakarta Utara.

Diserang Kampanye Hitam, Anies Baswedan Kita Makin Percaya Diri

calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku justru semakin percaya diri.

“Tapi kalau kaya gini kita semakin percaya diri, berarti program kita bagus karena enggak bisa dikritik lagi. Berarti track recod-nya bagus, kenapa? Karena enggak bisa lagi (dikritik), maka pakainya fitnah,” katanya di kediamannya di Jalan Lebak Bulus Dalam Nomor 4, Cilandak, Jakarta Selatan.

sandi1

“Menurut saya enggak keren, masa kampanyenya hitam, hari gini di Jakarta malah jadi menurut saya merendahkan, tunjukan kalau masih percaya diri, tunjukan kalau yakin,” ungkapnya.

Anies meminta masyarakat untuk tetap yakin Pilgub DKI bisa menghadirkan pemimpin santun dan dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik bagi warga Ibu Kota.

“Buat kita makin yakin dan buat warga Jakarta makin yakinlah bahwa membawa perubahan untuk warga Jakarta itu tidak dimulai dengan fitnah,” tutupnya.

Salut Deh Sama Relawan Anies-Sandi!

Anies-Sandiaga

Relawan Anies-Sandi

Tau ga sih kalau baru-baru ini Tim Kemenangan Anies-Sandi sudah mengerahkan 150.000 relawan untuk menurunkan spanduk yang berisi kampanye hitam yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.

Ya benar 150.000 relawan ini turun untuk menurunkan spanduk-spanduk yang berisi fitnah ini. Spanduk itu ditemukan di beberapa titik di Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Calon wakil gubernur DKI Sandiaga Uno meminta kepada seluruh pihak untuk bersama mewujudkan pilkada yang baik dan kondusif, tanpa ada serangan-serangan berbau fitnah.

“Janganlah kita tambah pecah-belah, harusnya sama-sama kita buat suasana kondusif, bukan malah memasang spanduk-spanduk yang tidak bertanggung jawab,” tutup Sandi.

Nah, Coba Sekarang Pilih Paslon Gubernur DKI Jakarta berdasarkan Programnya

Okoce

Hari Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta sudah semakin dekat loh, tepatnya jatuh di hari Rabu, 19 April 2017. Ingat setiap paslon mereka menawarkan berbagai program yang dapat menentukan pilihannya.

Direktur Periskop Data, M Yusuf Kosim menilai masyarakat Ibu Kota akan memilih paslon berdasarkan program yang nantinya bakal dikerjakan.

“Seharusnya program menjadi pembeda, sehingga pemilih akan memilih paslom berdasarkan program yang akan dikerjakan oleh pasangan calon ketika terpilih kelak,” ujar Yusuf.

Nah kalau ada pasangan calon yang memiliki program serupa itu lantaran paslon yang tidak kreatif. Hal itu dilakukan semata-mata agar dipilih oleh Masyarakat.

Perlu diketahui masing-masing pasangan calon yang bertarung dalam pilgub kali ini memiliki program yang hampir serupa. Pasangan Anies Sandi mengusung program OK OCE dan pasangan Ahok-Djarot mempunyai program Jakarta Creative Hub.

Lalu ada juga program kartu lansia pemprov DKI mirip dengan program Anies-Sandi yang memberikan perhatian terhadap warga lanjut usia.

PKB Dukung Sandiaga Uno di Pilkada DKI Jakarta 2016

Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah mendeklarasikan dukungannya kepada Sandiaga Uno untuk diusung di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Wakil ketua Komisi IV DPR, Daniel Johan mengungkapkan bahwa hingga saat ini DPP PKB masih mendukung Sandiaga Uno. Namun, keputusan masih bisa berubah karena keputusan akhir berada di tangan DPP PKB. DPP PKB hanya merestui keputusan DPW DKI Jakarta kepada mekanisme dan pilihannya untuk mengusung Sandiaga Uno. DPP bukan hanya menghargai keputusan untuk wilayah Jakarta, tetapi juga untuk DPW di daerah lainnya.

Daniel menambahkan bahwa DPW PKB sendiri pasti akan memutuskan siapa yang akan diusung untuk memimpin Ibu Kota lima tahun ke depan, sekitar pertengahan September 2016 .

DPW PKB memiliki dua fakta menjadi pertimbangan DPP yaitu DPW memilih Sandi berdasarkan sosialisasi survei internal PKB sampai ke ranting. Hampir mayoritas survei menolak Ahok. Kini ke depan penolakan tersebut akan semakin meluas.

“Jika Ahok turun, maka calon lain cenderung naik. Namun sampai saat ini belum dapat angka yang aman. Jakarta harus dibangun untuk rakyat kecil dan hal ini harus dipastikan terwujud siapapun calonnya,” tutupnya.

sumber: Okezone

Kendala KPU DKI Jelang Pilgub 2017

Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2017 semakin dekat, akan tetapi masih banyak kendala menjelang masa pemilihan gubernur ini, hak ini diungkapkan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Sumarno.

Kendala yang dihadapi KPU DKI disebabkan karena pendataan pemilih di Jakarta cukup banyak dan mobilitas cukup tinggi. Kendala lainnya adalah masalah pendataan daftar pemilih yang tinggal di apartemen dan warga gusuran yang direlokasikan. Pendataan warga Jakarta yang tinggal di lapas juga masih menjadi kendala.

Sumarno mengungkapkan persoalan e-KTP juga masih menjadi perdebatan oleh berbagai pihak. Pasalnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta setiap warga Jakarta yang ingin memilih harus memiliki e-KTP.

Berdasarkan keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil belum seluruhnya warga Jakarta merekap e-KTP, hal inilah yang menjadi kendala KPU DKI karena KTP Indonesia berbasis elektronik. Ketika KPU menemukan ada yang belum memakai e-KTP maka akan segera dilakukan pencatatam dan akan diberi hak pilih, sehingga persoalan ini tidak akan menghilangkan hak politik.

KPU DKI Jakarta akan melakukan pemutakhiran data atau pencocokan data pemilih pada 8 September sampai 7 Oktober 2016. Hal itu dilakukan untuk mendata warga Ibu Kota yang memiliki hak sura pada Pilgub DKI Jakarta 2017.

sumber: Okezone

Ahok Tolak Cuti Kampanye Jelang Pilkada 2017

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan tidak ingin cuti untuk berkampanye menjelang Pilkada DKI 2017. Dia menyatakan bisa menyelesaikan banyak pekerjaan dalam waktu cuti kampanye yang hampir empat bulan itu.

Untuk diketahui, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, calon gubernur dan wakil gubernur yang menjabat harus mengambil cuti selama masa kampanye.

Dalam pilkada serentak 2017 ini, masa cuti dimulai 26 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017 atau sekitar empat bulan. Ahok menyatakan keberatan dengan aturan cuti kampanye tersebut. Keberatan Ahok itu lantaran masa kampanye Pilkada DKI 2017 akan bersamaan dengan penyusunan APBD 2017. Ahok pun sudah mengajukan uji materi UU Pilkada ke MK.

Ahok ingin MK meninjau kembali kemungkinan adanya pilihan bagi petahana yang mau maju lagi pada pilkada untuk tidak berkampanye sehingga tidak perlu mengambil cuti.

Akan tetapi yang dilakukan oleh petahana calon gubernur Ahok dinilai menunjukkan sikap tidak patuh terhadap undang-undang lantaran menolak cuti pada kampanye di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Sikap penolakan itu bertentangan dengan UU yang mengatur cuti, sebagaimana diatur dalam Pasal 70 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Calon Gubernur dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno, menyindir calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan menuding Ahok melakukan ketidakadilan karena ia menilai siapa saja cagub Pilkada 2017 yang tak ambil cuti berarti main curang dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta 2017. Keputusan Ahok yang untuk cuti kampanye dianggap menipu masyarakat karena dengan tak ambil cuti Ahok dianggap sudah memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadinya. Sandiaga telah menurunkan tim hukum untuk melakukan gugatan intervensi untuk memastikan tak terjadi kecurangan dan penipuan oleh cagub manapun.

sumber: Okezone